STT RMK

SEKOLAH TINGGI TEOLOGIRUMAH MURIDKRISTUS

Aksiologi Teologi dan Integrasi Teori Belajar Kognitif, Behavioristik, dan Konstruktivistik dalam Pendidikan Karakter Anak di Era Society 5.0

Aksiologi Teologi dan Integrasi Teori Belajar Kognitif, Behavioristik, dan Konstruktivistik dalam Pendidikan Karakter Anak di Era Society 5.0

Journal Details

Authors: Jeane Anne Kaawoan; Angelina Lidia Kosakoy
Year: 2023
Volume/Issue: -
DOI: -
Keywords: Aksiologi Teologi, Pendidikan Agama Kristen, Pendidikan Karakter Anak, Teori Belajar, Society 5.0.
Abstract:

Perkembangan Society 5.0 menghadirkan perubahan mendasar dalam cara manusia belajar, berelasi, dan membentuk karakter. Anak-anak bertumbuh dalam lingkungan digital yang sarat informasi, percepatan sosial, dan pluralitas nilai yang sering kali tidak sejalan dengan nilai-nilai iman Kristen. Dalam konteks ini, Pendidikan Agama Kristen (PAK) menghadapi tantangan serius berupa krisis nilai, fragmentasi makna, serta kecenderungan reduksi pendidikan iman menjadi aktivitas pedagogis teknis dan kognitif. Artikel ini bertujuan mengkaji aksiologi teologi sebagai fondasi normatif dalam pendidikan karakter anak di era Society 5.0 dengan menempatkan integrasi teori belajar kognitif, behavioristik, dan konstruktivistik sebagai variabel pedagogis strategis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka teologi pendidikan, filsafat pendidikan Kristen, teori belajar, etika kebajikan, dan pendalaman biblika, serta diperkuat oleh data kontekstual dari laporan riset internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter anak dalam PAK tidak dapat direduksi pada efektivitas metode atau adaptasi teknologi semata, melainkan harus berakar pada nilai teologis yang formatif dan terwujud melalui sintesis teori belajar yang menyentuh dimensi kognitif, kebiasaan hidup, dan pembentukan makna iman. Artikel ini menegaskan bahwa aksiologi teologi berperan menentukan arah, isi, dan tujuan pendidikan karakter anak agar tetap setia pada iman Kristen dan relevan dalam konteks Society 5.0.